1 Sept 2014
Kunjungan menteri perindustrian di stand sidomuncul dalam pameran kosmetik dan jamu tradisional
Kunjungan menteri perindustrian di stand sidomuncul dalam pameran kosmetik dan jamu tradisional

------------------------------------------

1 Sept 2000
JUSUF KALLA TANDATANGANI BAJAJ YANG MENGANTARNYA SAAT KE KPU
JUSUF KALLA TANDATANGANI BAJAJ YANG MENGANTARNYA SAAT KE KPU

------------------------------------------

27 Agt 2014
JOKOWI MENANDATANGANI BAJAJ BBG DI TIM
JOKOWI MENANDATANGANI BAJAJ BBG DI TIM

------------------------------------------


Jamu Komplit
2.8 MB
quicktime plugin
more ads
Marketing Office
Jl. Cipete Raya No. 81
Jakarta 12410, Indonesia
Tel : (62 21) 765 3535
Fax : (62 21) 765 6522
E-mail : marketing@sidomuncul.com

Factory
Jl. Soekarno Hatta Km. 28
Kec. Bergas - Klepu, Semarang - Indonesia
Tel : (62-24) 6580-559, (62-298) 523-515
Fax : (62-24) 6580-332, (62-298) 523-509
E-mail : simuncul@indosat.net.id



[ 19 Dec 2007 ]
SARASEHAN BUDAYA DAN PELUNCURAN IKLAN TV TERBARU TOLAK ANGIN VERSI - TRULY INDONESIA - ORANG PINTER TAU YANG BENER!

Rabu (19/12), bertempat di Anjungan Bali, TMII Jakarta Timur, Tolak Angin mengadakan acara Sarasehan Budaya sekaligus meluncurkan iklan TV terbarunya yang dibintangi oleh artis Agnes Monica dan Budayawan Butet Kertaredjasa.


Acara sarasehan diawali dengan menyanyikan lagu Rasa Sayange dan lagu-lagu kebangsaan Indonesia dilanjutkan dengan monolog Butet Kertaredjasa serta dialog yang menampilkan pembicara Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat dan beberapa budayawan diantaranya Arswendo Atmowiloto, Moh. Sobari dan Putu Wijaya yang dimoderatori oleh Efendi Gozali. Dan pada penutup acara akan diputarkan Iklan TV terbaru Tolak Angin versi “Truly Indonesia – Orang Pintar Tau yang Benar!”

Hadir pada kesempatan ini beberapa tokoh masyarakat seperti Alvin Lie, Bambang Sadono dan beberapa anggota DPR lainnya serta para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta seperti Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Universitas Prasetya Mulya dan Ikatan Mahasiswa Pariwisata Indonesia serta sejumlah media.

Sarasehan budaya “Indonesia Truly Indonesia” ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menyadari kekayaan budaya bangsa Indonesia yang harus dipeliahara dan dijaga agar tidak terjadi pengklaiman budaya oleh siapapun.

Sedangkan ide iklan Tolak Angin versi “Indonesia Truly Indonesia” adalah karena maraknya pemberitaan banyaknya asset budaya yang di klaim oleh Malaysia.

Menurut Irwan Hidayat, ide untuk membuat iklan “TOLAK ANGIN Truly Indonesia” saat kedatangannya bersama tim marketing ke Neo Post Kelapa Gading (7/12). Saat itu terbersit ide untuk membuat iklan tentang kebudayaan Indonesia dimana saat ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan karena beberapa karya budaya Indonesia telah diklaim sebagai milik Malaysia bahkan dijadikan iklan pariwisata mereka, seperti kesenian tradisional Reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, alat musik Angklung, kerajinan Batik, bahkan mereka sangat berminat menguasai pasar Jamu.

Kasus tersebut menjadi marak dibicarakan semua kalangan dan dipublikasikan oleh semua media dan menimbulkan protes dari berbagai lapisan masyarakat. Seperti halnya kasus terdahulu yaitu lagu “Terang Bulan” yang sekarang telah menjadi lagu kebangsaan Malaysia.

“Kami ikut merasakan kekecewaan yang luar biasa dan prihatin dengan kejadian tersebut. Terutama oleh sikap kita yang cenderung reaktif setelah kasus ini mencuat, yang artinya setelah terjadi seperti kasus diatas kita baru menyadari kalau kita kehilangan sebagian dari budaya kita. Menurut pandangan kami dengan kasus tersebut, sebenarnya negara kita lebih kreatif dan mampu menciptakan karya-karya yang luar biasa sehingga menarik perhatian bagi Negara-negara lain. Kemudian ini semua adalah sebuah berkah dan kita dapat memandang sebagai sebuah kesempatan.

Saat ini berita mengenai kasus tersebut masih terus bermunculan baik di media cetak ataupun elektronik, tapi kami khawatir setelah berita ini selesai orang dapat dengan mudah melupakan peristiwa yang menyakitkan hati ini. Tapi, dengan tayangan iklan yang akan kami tayangkan terus menerus, harapan kami semoga iklan ini dapat “memelihara kesadaran” untuk terus dapat mengintrospeksi diri sendiri. Karena dengan amarah tidak akan menyelesaikan masalah, justru kita yang harus merubah sikap untuk lebih menjaga dan mencintai kebudayaan Indonesia.

”Dalam iklan ini ada kalimat yang menggunakan bahasa Inggris. Suatu saat kami ceritakan kepada seorang teman dan dia berkata “Loh kok niru?”, tapi sebenarnya kami ingin menjelaskan dan menegaskan bahwa segala sesuatu yang ada di iklan kami ini adalah Indonesia sebenarnya. “Indonesia is Truly Indonesia”, tambah Irwan.

Tolak Angin sendiri yang pada tahun lalu angka penjualannya mengalami kenaikan sampai 40 % merupakan produk yang telah diresepkan sejak tahun 1930 oleh pendiri PT Sido Muncul, Ibu Rahkmat Sulistyo. Mulai diproduksi skala pabrik sejak tahun 1951 dan merupakan produk pertama bersamaan dengan didirikannya pabrik Sido Muncul di Semarang. Pada 19 Juli 2007 lalu Tolak Angin mendapatkan peningkatan status dari jamu menjadi Obat Herbal Terstandar yang dikeluarkan oleh Badan POM.

Salah satu prestasi yang baru saja diperoleh Tolak Angin adalah dengan diterimanya Indonesian Customer Satisfaction Index (ICSA) 2007 karena berhasil meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Tolak Angin melalui komunikasi iklannya. (PR Dept/XII/07)






[ Back ... ]